Nggedhe Gending, Ngluhur Budaya: Gamelan Dusun Dowangan
Gamelan Dusun Dowangan adalah ruang bersama tempat warga merawat harmoni, sopan rasa, dan gotong royong melalui suara saron, demung, bonang, kenong, kempul, gong, kendang, hingga alunan sindhen. Di pendapa sederhana, kelompok ini rutin menggelar latihan terbuka—anak, remaja, hingga sesepuh duduk sejajar, saling belajar membangun rasa (feeling) dan tepa slira antarpemain. Repertoar yang dimainkan tidak hanya gending-gending klasik untuk hajatan, kenduri, dan kirab dusun, tetapi juga komposisi kreasi yang menyesuaikan konteks acara budaya, pendidikan, dan penyambutan tamu. Warga menyiapkan perawatan instrumen secara swadaya, menjaga kayu dan perunggu tetap prima, sembari menularkan etika panggung dan tata busana kepada generasi muda. Melalui program “belajar bareng”, pemula diperkenalkan pola tabuh dasar, struktur ladrang/ketawang, serta teknik kendangan agar mampu menjaga irama dan dialog antarsuara. Lebih dari hiburan, gamelan menjadi sarana pendidikan karakter: melatih disiplin, kepekaan, dan kerja tim. Saat ada festival kampung, pementasan diiringi penjelasan singkat tentang sejarah dan makna gending, supaya penonton—termasuk pengunjung luar dusun—mengerti nilai budaya yang dijaga. Dengan cara ini, Gamelan Dusun Dowangan bukan hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga menghidupkannya agar relevan, membanggakan, dan inklusif bagi semua warga.
Lihat Selengkapnya